Deretan Makanan Bantu Anda Turunkan Kadar Kolesterol

Deretan Makanan Bantu Anda Turunkan Kadar Kolesterol

KEBIASAAN makan dan gaya hidup yang buruk menyebabkan hampir setiap orang memiliki kadar kolesterol yang tidak sehat hari ini. Bagaimana menurunkannya?
Tidak usah cemas, Sebab ada solusi alami tertentu yang bisa menanggulangi kondisi itu.  Secara umum, makanan tinggi serat ialah makanan memiliki efek penurun kolesterol, misalnya buah-buahan yang segar, sayuran dan kacang-kacangan.
Belum puas? Tidak usah takut, karena memang masih ada lagi makanan lain yang bisa dijadikan referensi.  Yuk simak ulasannya seperti dilansir Naturalnews.
• Gandum adalah sumber serat larut yang saat tergabung dengan kolesterol di saluran pencernaan, bisa mengeluarkan kolesterol dalam tubuh. Untuk mendapatkan manfaatnya, mengonsumsi tiga perempat gandum sereal setiap hari bisa menurunkan kadar kolesterol sebesar 10 persen.
• Wortel mengandung serat pektin yang disebut mampu  membantu menurunkan kadar kolesterol. Penelitian dari Skotlandia menemukan, konsumsi  dua wortel setiap hari selama tiga minggu bisa mengurangi kadar kolesterol sebesar 10 sampai 20 persen.
• Apel dan lapisan jeruk yang berwarna putih merupakan sumber lain yang baik dari pektin.
• Kacang ialah makanan tinggi serat dan  rendah lemak yang sangat baik untuk memangkas kolesterol.  Untuk mendapatkan manfaat ini, perhatian bisa Anda arahkan kepada kacang lentil dan kacang merah.
• Biji wijen kaya akan phytosterols, bisa memasok aliran darah ke seluruh tubuh dan mendorong kolesterol keluar.
• Kacang kenari merupakan sumber yang baik dari asam alpha-linolenic, yang bisa membantu mengurangi kadar kolesterol, kata Kitty Gurkin Rosati, ahli diet bersertifikat.
(fik)

View the original article here

Suhu Kamar Tidur Bantu Turunkan Berat Badan

Suhu Kamar Tidur Bantu Turunkan Berat Badan

BILA Anda sedang berupaya menurunkan berat badan, maka tidak cukup dengan berolahraga atau diet. Mulai sekarang, Anda harus memerhatikan suhu ruangan di kamar tidur bila ingin menurunkan berat badan.

Sebuah studi yang dipublikasikan the journal Diabetes menemukan bahwa suhu kamar yang tetap dingin, dapat menstimulasi tubuh memproduksi lebih banyak lemak baik. Lemak baik lah yang membakar lemak jahat. Di sisi lain, suhu ruangan yang hangat dapat mengurangi lemak baik di dalam tubuh.

Lebih lanjut, para peneliti meminta peserta dengan kondisi sehat untuk mengonsumsi makanan berkalori secara terkontrol. Kemudian, mereka diminta tidur di ruangan dengan iklim yang sudah diatur sedemikian rupa selama empat bulan.

Pada satu bulan pertama, suhu di kamar tidur peserta diatur pada angka 23 derajat Celsius. Angka tersebut dianggap masih dalam keadaan normal kemudian pada bulan kedua, suhu kamar tidur diturunkan menjadi 18 derajat Celsius. (Baca: Waktu Paling Tepat Minum Air Putih)

Sementara, pada bulan ketiga, suhu kamar tidur kembali ke 23 derajat Celsius. Untuk bulan keempat, suhu kamar tidur dinaikkan menjadi 27 derajat Celsius. Pada penelitian ini, setiap akhir bulan jumlah lemak baik di dalam tubuh peserta akan diukur oleh peneliti, seperti dikutip Newsmaxhealth, Jumat (18/7/2014).

Setelah tidur, pada 18 derajat Celsius selama satu bulan, penulis studi, S. Celi, mengatakan bahwa jumlah lemak baik pada laki-laki meningkat dua kali lipat. Karena itu, kalori mereka lebih banyak yang terbakar tapi gula darahnya meningkat. Namun, setelah tidur selama satu bulan pada suhu kamar tidur 27 derajat Celsius, para peserta hanya memiliki lemak baik sangat sedikit.

“Hanya dengan tidur di kamar bersuhu dingin para peserta memperoleh manfaat metabolik. Kelebihannya, mereka bisa menjaga berat badan yang akan mengurangi risiko masalah metabolisme, termasuk diabetes,” tutupnya. (fik)


View the original article here

Ngemil Ubi Bantu Turunkan Tekanan Darah

Ngemil Ubi Bantu Turunkan Tekanan Darah

JANGAN sepelekan jika tekanan darah Anda termasuk tinggi. Pasalnya, tekanan darah tinggi merupakan indikasi beberapa penyakit berat, termasuk jantung dan stroke.

Agar tekanan darah tetap stabil, Anda bisa menjaga perilaku dan menerapkan gaya hidup sehat. Terutama soal makanan yang dikonsumsi.

Salah satu makanan yang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil adalah ubi. Meski umbi-umbian sering dicap sebagai makanan yang buruk bagi kesehatan, asupan ini sangat membantu menurunkan tekanan darah.

Ubi ungu dapat menurunkan tekanan darah karena kaya kalium dan magnesium. Sebuah studi dalam the Journal of Agriculture and Food Chemistry menunjukkan, 18 orang yang kelebihan berat badan dan memiliki tekanan darah tinggi mampu menguranginya dengan makan ubi.

Sebagaimana dikutip Newsmaxhealth, Jumat (18/7/2014), ubi bisa menurunkan tekanan darah jika Anda mengolahnya dengan cara memanggang, merebus, atau menggunakan microwave. Intinya, jika ingin mengonsumsi ubi menjadi kebiasaan yang menyehatkan, jangan pernah menggorengnya.

Penelitian ini juga menyebutkan ada cara lain yang bisa membuat mengonsumsi ubi jadi menyehatkan. Selain dipanggang atau direbus, tambahkan minyak zaitun dan rempah-rempah segar agar lebih menyehatkan. (fik)


View the original article here

YKI Bantu Pengobatan Kanker Stadium Lanjut

YKI Bantu Pengobatan Kanker Stadium Lanjut

BIAYA pengobatan yang semakin tinggi tentu menjadi beban bagi pasien kanker. Karenanya, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) berkomitmen membantu pasien kanker dalam membantu mengatasi biaya pengobatan yang semakin tinggi.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr.dr. Nila Moeloek, SpM (K) mengatakan, sebelum ada JKN di tahun 2014, pasien-pasien kanker yang tidak memperoleh asuransi kesehatan dilindungi oleh YKI.

Memang, setelah ada JKN, pasien kanker pada stadium awal bisa dicover, tetapi pasien di stadium lanjut belum bisa ter-cover. Menurut Prof Nila memperpanjang kelangsungan hidup pasien kanker stadium lanjut dengan memerbaiki kualitas hidup mereka harus diupayakan.

"YKI memberikan bantuan dana kepada pasien kanker yang tidak memperoleh bantuan asuransi untuk menjalani pengobatan seperti operasi, kemoterapi, dan radioterapi, agar memperbaiki kualitas hidup mereka ," katanya pada diskusi media bertema "Bersama Kita Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Kanker" di Kantor Yayasan Kanker Indonesia, Jl. GSSY Ratulangi No.35, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/7/2014).

Prof Nila mengatakan bahwa santunan yang diberikan YKI kepada pasien kanker stadium lanjut berupa dana santunan. Namun santunan juga harus berupa dana pembelian obat. (Baca: Darah Segar Jadi Tren di Masyarakat)

"Misalnya YKI beli 2 obat gratis 1 pada perusahaan obat untuk pasien kanker. Kemudian, YKI juga menyediakan obat kemoterapi dengan harga 30 persen lebih murah dari obat asli," tuturnya.

Lalu, darimana dana santunan yang diperoleh YKI? Prof. Nila menjelaskan bahwa dana santunan yang diberikan oleh pasien kanker stadium lanjut tersebut YKI mencarinya sendiri. Misalnya, YKI memperoleh bantuan dana dari hasil CSR, dana-dana santunan dari luar negeri atau keikhlasan anak-anak sekolah.

Kemudian, apa saja persyaratan dan ketentuan untuk memperoleh dana santunan dari YKI bagi pasien kanker stadium lanjut?

"Pasien datang berdasarkan rujukan dokter onkologi, dari golongan tidak mampu atau kartu SKTM dari wilayah masing-masing kemudian datang ke kantor pusat YKI," jelasnya. (fik)


View the original article here

Kerajaan Belanda Bantu Masalah Kurang Gizi di Indonesia

Kerajaan Belanda Bantu Masalah Kurang Gizi di Indonesia

MESKI standar kehidupan di Indonesia sudah meningkat, permasalahan kurang gizi pada ibu, bayi, dan anak masih menjadi fokus utama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari tingginya angka masalah kekurangan gizi pada ibu dan anak usia enam sampai 24 bulan, serta angka balita pendek pada bayi.

Berangkat dari latar belakang tersebut, Kerajaan Belanda tergerak ikut membantu meningkatkan gizi ibu, bayi, dan anak di Indonesia, dengan memberi dana USD3 juta selama tiga tahun (2014-2016). Upaya yang diinisiasi oleh Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) ini akan diberikan dengan kerjasama Kementerian Kesehatan RI yang mengadakan rangkaian kegiatan di Provinsi Jawa Timur.

"Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA menyambut baik dukungan Pemerintah Kerajaan Belanda dalam gerakan 1.000 HPK yang merupakan program pemerintahan dan sudah dicanangkan oleh Presiden melalui Peraturan Presiden No. 42/2013 mengenai Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi. Kami senang bisa bekerjasama yang baik dengan GAIN untuk menerjemahkan tujuan gerakan ini dalam rangkaian kegiatan yang nyata,” kata Ir. Doddy Izwardi, MA, Direktur Bina Gizi Kemenkes dalam Konferensi Pers: Program Peningkatan Gizi Ibu, Bayi dan Anak, Dalam Rangka Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Jawa Timur di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (14/7/2014)

Sementara itu, Country Manager GAIN Indonesia Ravi Menon mengatakan bahwa aksi peningkatan gizi akan dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan di Kabupaten Sidoarjo dan Malang. Dua kota tersebut dipilih karena angka stunting (tubuh pendek) masih tinggi. (Baca: Manfaat Jeruk Sitrus bagi Usia Diatas 50)

"Rekomendasi dari Kementerian Kesehatan, Jawa Timur merupakan daerah yang angka stunting masih tinggi," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Kedutaan Kerajaan Belanda di Indonesia, Tjeerd de Zwaan, menyatakan bahwa Kerajaan Belanda merasa senang bisa ikut membantu meningkatkan gizi di Indonesia.

"Pemerintah Kerajaan Belanda senang bisa mendukung kerjasama GAIN dan Kementerian Kesehatan dalam rangka gerakan 1.000 HPK melalui dana bantuan untuk rangkaian kegiatan percontohan di Jawa Timur. Kami berharap lewat progam ini, tingkat gizi balita di Indonesia bisa menunjukkan kemajuan ke arah peningkatan status," terangnya.

Adapun pada pelaksanaannya, program kerjasama ini akan diwujudkan melalui pelayanan kesehatan, kampanye perubahan prilaku dalam praktek pemberitan ASI, dan pemberian makan pada bayi dan anak, aktifasi masyarakat maupun konseling individual, perbaikan akses untuk air minum melalui sistem penyaringan air minum berkualitas tinggi, dan intervensi kesehatan dan kebersihan lainnya.

Sementara, mitra lain yang terlibat dalam pelaksanaan ini, mulai dari LSM maupun sektor swasta seperti Save The Children. Mereka akan bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat untuk melakukan penguatan layanan gizi di Puskesmas dan Posyandu. Kemudian, Spektra yang membantu pelaksanaan aktivasi perubahan perilaku di tingkat masyarakat, dan Nazava dalam kegiatan peningkatan kualitas air minum. (fik)


View the original article here